begitulah kira-kira

6.9.16

Kelas Inspirasi Sorong I

Kelas inspirasi adalah gerakan yang dilakukan para profesional mengajar selama satu hari dan berinteraksi di Sekolah Dasar (SD). Selanjutnya para profesional ini disebut relawan pengajar – Panduan Kelas Inspirasi


Bergabung dengan Kelas Inspirasi Sorong pada bulan April 2016 merupakan yang pertama kalinya buat gue. Iya, mengikuti gerakan yang satu ini sudah menjadi salah satu bucket list gue yang hukumnya wajib!!! Sebenarnya gue agak cemas sih, apakah gue bakalan lolos seleksi atau tidak. Alhamdulilah, dapat SMS pemberitahuan dari panitia lokal kalo gue keterima!! Yaudah gue langsung mulai mikirin kira-kira materi apa ya yang paling menarik untuk dibawakan di hadapan adik-adik SD di Sorong nanti. Terbersitlah untuk bikin video kalo lagi kerja di kapal. Hehe.



Setelah merasa materi gue sudah cukup, kini saatnya beraksi di hadapan anak-anak SD yang super duper aktif. Kebetulana gue kebagian di SD Emeyodere Sorong. Sebuah sekolah yayasan Islam yang sekolah nya itu berada di atas air. Mereka bahkan jarang sekali melakukan upacara karena tidak memiliki lapangan upacara. Waktu itu gue sekelompok dengan Dr. Y.Mambrassar , dan Ibu Emi (pelatih yoga ketawa) serta ditemani oleh fasilitator dan para fotografer dari Sorong.




Berinteraksi dengan anak kecil buat gue sudah biasa, tapi ngajar di depan kelas?? Hmmm..itu cerita lain!! Salut gue sama para GURU, benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa deh! Yang menarik selama pembawaan materi gue,  semua warna gigi baik putih maupun kuning bertebaran dimana-mana, eh maksudnya gue semua nya pada bahagia dan senang. Gue mengajarkan berbagai macam tugas-tugas di kapal hingga mengajak mereka menebak jenis –jenis kapal. Setelah sesi belajar selesai, kami bernyanyi dan bermain bersama anak-anak, capek? Enggak!! melihat keceriaan yang mereka pancarkan rasa capek gue ilang. Anak kecil punya semacam batre cadangan yang chargernya itu gak pernah lepas.



Gue ingat ada seorang anak perempuan, kalo gak salah sih anak kelas satu. Dia hanya tertidur lemas di kursi ketika sesi bermain, gue pun menghampirinya dan bertanya mengapa dia terlihat begitu lemas dan ngantuk. Dia pun berkata bahwa dia sangat lapar karena tidak sempat sarapan. Salah satu gurunya pun menghampiri dan mengajaknya untuk makan, setelah sepuluh menit si anak itu kembali sambil membawa rempeyek di tangannya, wajahnya begitu sumringah. Gue sih senyum aja liat tingkah lucunya. Anak kecil ya, emang dikasih makanan yang sederhanan aja senengnya udah bukan maen. Gue sebagai orang dewasa merasa malu, karena terkadang kita selalu terlihat tidak bahagia padahal apa yang kita punya sudah lebih dari cukup. ‘’Gue jadi mikir bahwa kebahagiaan itu sungguh sederhana, bahkan dengan hanya satu rempeyek di tangan’’.

Gue salut sama anak-anak SD Emeyodere, walaupun awalnya malu-malu untuk menjawab pada akhhirnya mereka menjadi lebih rileks dan ikut berpartipasi kalo gue bertanya. Bahkan ada seorang anak yang ingin menjadi artis dan kemudian mulai bernyanyi dengan bangganya. Hahaha. All of my thumbs just for you, girl!!


Setelah selesai kegiatan, gue pun disamperin beberapa anak-anak perempuan dan berkata pada gue bahwa suatu saat mereka juga ingin menjadi seorang pelaut sama seperti gue. Mereka ingin keliling dunia. Ya ampun…gue jadi berkaca-kaca. Ditambah lagi katanya ‘’kaka…jang lupa dengan kitorang ya..’’ omaigat…tisu mana tisuuuu!! Tenang adik-adik…kakak gak pernah lupa sama kalian!!! Huhu I miss you guys already…dan ingat kalo ‘’bumi itu HUGE, jadi sayang kalo hanya dihabiskan di satu titik!! Bon Voyage !!’’


0 comments:

Posting Komentar

Counting

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
A mid-twenty something years old , not yet a woman.

Find Me on Instagram

Follower