begitulah kira-kira

3.7.14

Di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu

Sebagai salah satu manusia yang menyadari akan penuh dan sesaknya kota Jakarta, gue terkadang memilih untuk melarikan diri sejenak dari hiruk pikuk kota nan padat ini. Bukannya ngeluh, tapi macet memang selalu sukses ngebuat darah gue mencapai titik didihnya. Bayangkan saja perjalanan yang seharusnya hanya memakan waktu 30 menit bisa menjadi berjam-jam.

Gue rasa salah satu tempat pelarian paling deket yang ada nuansa pantai ama laut adalah kepulauan seribu. Maklumlah gue kan putri duyung, gak bisa jauh-jauh dari laut. (gue bukan duyung, itu ilusi semataWell, kali ini gue beserta ketiga temen-temen gue yang sebenarnya tidak terlalu kece itu mutusin untuk berleha-leha sejenak di pulau Harapan. Dengan bermodalkan tour 3d2n tebejowo, kita berangkat dari pelabuhan muara angke. Kebetulan ketemu dengan rombongan turis asal Amrik di kapal, lumayanlah dapet permen semangka.

 Pulau Harapan


Gosong

Wisata di pulau harapan cukup menyenangkan, berkunjung dari pulau satu ke pulau lainnya. Salah satu pulau yang kita kunjungi adalah Pulau Bulat. Disini gue dan ketiga temen gue menikmati segarnya kelapa muda (kenyataannya cuma kelapa gue aja yang muda). Namun hal tragis terjadi, Jarwo dengan lembutnya menginjak sang bulu babi. Otomatis, si bulu babi mengeluarkan duri-duri cintanya. Beruntung, tour guide nya (namanya mas bambang apa siapa gitu, lupa gue) dengan sigap mengeluarkan pertolongan pertama terhadap korban bulu babi. Katanya sih bisa pake ammonia, karena gak ada yang membawa ammonia , sahabat kami sendiri Rino dan Kibo begitu bersemangat untuk membagikan sedikit ammonia milik mereka demi keselamatan kaki Jarwo. Hampir percaya bahwa itu jalan satu-satunya, Jarwo merelakan kakinya untuk kedua serigala itu. Tiba-tiba sang tour guide menyatakan bahwa hal itu tidak perlu dilakukan, karena ada cara lain. Yup, dengan cara memukul-mukul bagian tubuh yang kena bulu babi dengan botol ataupun benda tumpul lain hingga duri babinya hancur. Sakit? Ya!! Sakit banget gue rasa. Tetapi setelah itu bisa berlari-lari lagi kok. So, it’s worth it.

 Adegan penyelamatan sang abang pada kaki Jarwo


Kayaknya sakit banget ya

Cukup dengan kisah bulu babi, akhirnya kita kembali ke Pulau Harapan. Disana kita main banana boat. Gue gak pernah menyangka kalo main banana boat ini sungguh sulit. Sulit apa? Sulit naiknya apabila sudah jatuh ke laut. Sekali lagi maklum gue keturunan putri duyung.

P.s Gak ada foto gue, BETE.



0 comments:

Posting Komentar

Counting

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
A mid-twenty something years old , not yet a woman.

Find Me on Instagram

Follower